
Lokakarya di SMAN 1 Simpang Rimba
@smansasimbatv
SIMPANG RIMBA — Guna memperkuat kualitas pembelajaran
dan menyelaraskan arah kebijakan sekolah, SMA Negeri 1 Simpang Rimba sukses
menggelar hari pertama Lokakarya Reviu Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), Rabu
(9/9/2026). Berlangsung di Laboratorium Kimia sejak pukul 08.00 WIB, kegiatan
ini diikuti oleh seluruh elemen pendidik dan tenaga kependidikan dengan penuh
antusias.
Suasana hangat dan komunikatif langsung terasa saat
dua pembawa acara, Dian Pranata dan Zima Aulia, membuka rangkaian acara.
Prosesi dilanjutkan secara khidmat dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang
dipimpin oleh dirijen Listi Vianita, lalu ditutup dengan pembacaan doa oleh
Achmad Saifullah.
Memasuki sesi sambutan, Kepala SMAN 1 Simpang Rimba,
Nasir, S.Kom., M.M., menegaskan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh
peserta agar materi yang disampaikan narasumber dapat diserap secara maksimal.
“Kami berharap Bapak dan Ibu dapat mengikuti
kegiatan ini dengan cermat sampai dengan selesai. Harapannya, ilmu yang didapat benar-benar
bermanfaat dan membawa dampak positif bagi sekolah agar kualitasnya makin hari
makin baik,” ujar Nasir.
Acara resmi dibuka oleh Pengawas SMA, Nurhasan, S.Pd.,
M.M., yang hadir mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah
III. Dalam arahannya, Nurhasan menggarisbawahi bahwa KSP bukan sekadar dokumen
administrasi formalitas, melainkan pedoman hidup yang menggerakkan seluruh
operasional sekolah.
Selain membahas KSP, Nurhasan turut mengingatkan
persiapan sekolah menghadapi akreditasi mendatang, pentingnya apresiasi bagi
Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), hingga memaparkan kebijakan pemerintah
terkait transisi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu
menuju penuh waktu maupun PNS.
Masuk ke agenda inti, Nurhasan membawakan materi Evaluasi/Reviu KSP dan Program Sekolah SMAN 1 Simpang Rimba. Suasana di dalam laboratorium terasa makin
santai dan interaktif berkat selingan ice breaking dan pemantik motivasi.
“Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu,
tapi guru yang bermutu bisa melahirkan ribuan orang hebat,” tutur Nurhasan
membakar semangat para guru.
Mengacu pada Panduan Pengembangan KSP 2026, Nurhasan menekankan sejumlah poin krusial:
1. Keselarasan Rapor Pendidikan: Penyusunan dan reviu
KSP harus berdampingan dengan hasil Evaluasi Rapor Pendidikan.
2. Penguatan Ekosistem: Keberhasilan implementasi KSP
menuntut sinergi utuh antara kepala sekolah, guru, pengawas, tenaga
kependidikan, komite sekolah, hingga mitra pendidikan.
Usai jeda istirahat dan salat Zuhur, semangat peserta kembali dibangun melalui sesi ice breaking sebelum memasuki materi kedua, yaitu “Strategi Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan Berdampak Berbasis Rapor Pendidikan.”
Pada sesi ini, Nurhasan menjelaskan berbagai strategi yang tepat dalam menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) dengan berpedoman pada hasil Rapor Pendidikan. Ia menekankan pentingnya penyusunan KSP yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan agar dokumen yang dihasilkan tidak sekadar memenuhi aspek administratif, tetapi benar-benar dapat menjadi pedoman dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan pengelolaan sekolah.
Setelah penyampaian materi, peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membahas dan mengkaji KSP secara lebih mendalam. Melalui diskusi kelompok tersebut, para pendidik didorong untuk aktif bertukar gagasan, mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperbaiki, serta merumuskan langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam penyusunan dan implementasi KSP di sekolah.
Sesi diskusi berlangsung secara interaktif dan
kolaboratif. Para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis,
tetapi juga diarahkan untuk menghubungkan materi dengan kondisi nyata di
lingkungan sekolah sehingga KSP yang disusun nantinya dapat memberikan dampak
yang lebih nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Melalui lokakarya ini, SMAN 1 Simpang Rimba
mempertegas komitmennya untuk terus memperbarui mutu pembelajaran demi mencetak
generasi unggul. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat diimplementasikan
secara optimal serta membawa perubahan nyata bagi masa depan sekolah.